Nasihat Seorang Ulama

Tidak akan mungkin seorang hamba bisa beribadah kepada-Nya dengan rasa cinta, mengharapkan rahmatNya dan takut terhadap siksaan-Nya tanpa dia mengenal kemahaindahan nama-namaNya dan kemahasempurnaan sifat-sifat-nya yang semua ini menunjukkan betapa Allah Maha Agung dan maha Tinggi. Dia satu-satunya yang berhak diibadahi dan tidak ada sembahan yang benar kecuali Dia. (Lihat kitab Fiqhul Asma-il Husna, hal. 10)

Salah seorang Ulama salaf mengungkapkan makna ini dalam ucapannya, “Sungguh kasihan orang-orang yang cinta dunia, mereka (pada akhirnya) akan meninggalkan dunia ini, padahal mereka belum merasakan kenikmatan yang paling besar di dunia ini.” Lalu ada yang bertanya, “Apakah kenikmatan yang paling besar di dunia ini?” Ulama itu menjawab, “Cinta kepada Allah, merasa tenang ketika mendekatkan diri kepada-Nya, rindu untuk bertemu dengan-Nya, serta merasa bahagia ketika berdzikir dan mengamalkan ketaatan kepada-Nya.” (Dinukil oleh Imam Ibnul Qayyim dalam kitab Ighatsatul Lahfan 1/72)

***

Sumber: Nukilan dari artikel berjudul “Ma’rifatullah, Gerbang Utama Menuju Kesempurnaan Iman Kepada Allah Ta’ala”, penulis: Ust. Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA. Dalam majalah As-Sunnah no.01/THN. XVI Rajab 1433H,JUNI 2012M (hal.27-28))

Pos ini dipublikasikan di Tazkiyatun Nufus dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s